Selasa, 14 Mei 2013



KEGIATAN PENYULUHAN KESELAMATAN BERLALU LINTAS DI SMA NEGERI 1 MERANGIN
Hari selasa Tanggal 14 Mei 2013



Dalam rangka kegiatan opersai Simpatik Siginjai 2013, Polres Merangin dibawah pimpinan Kanit Dikyasa Polres Merangin IPDA Adli, serta 8 (delapan) orang anggota (Bripka Yefrizal, Brigadir Agus Jumadi, Brigadir Sutejo, Briptu Dede Winalfa, Briptu Dedik Arisman, Briptu Gunawan, Briptu Hakri Sutrisno, dan Bripda Vini Alionita)  mengunjungi SMA Negeri 1 Merangin.


Dalam kegiatan penyuluhan tersebut, Satuan lalu Lintas Polres Merangin mengajak siswa dan siswi SMA Negeri 1 Merangin untuk mengerti, memahami, serta menerapkan kesadaran dalam berlalu lintas, sehingga diharapkan dapat tumbuh kesadaran dan kemauan untuk menjadi pioniir,,, atau pelopor dalam keselamatan berlalu lintas bagi dirinya sendiri berikut bagi lingkungannya.



Dalam kegiatan penyuluhan tersebut juga dibuka sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh siswa dan siswa dengan memberikan berbagai pertanyaan yang berhubungan dengan tertib dalam berlalu lintas, selain sesi tanya jawab juga tidak lupa diselingi dengan game-game menarik yang dapat mengasah otak dari siswa dan siswa peserta penyuluhan.






~1631~

Senin, 13 Mei 2013

Pembunuh Terbesar Ketiga adalah Kecelakaan lalu lintas


Dalam dua tahun terakhir ini, kecelakaan lalu lintas di Indonesia oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dinilai menjadi pembunuh terbesar ketiga, di bawah penyakit jantung koroner dan tuberculosis/TBC. Data WHO tahun 2011 menyebutkan, sebanyak 67 persen korban kecelakaan lalu lintas berada pada usia produktif , yakni 22 – 50 tahun. Terdapat  sekitar 400.000 korban di bawah usia 25 tahun yang meninggal di jalan raya, dengan rata-rata angka kematian 1.000 anak-anak dan remaja setiap harinya. Bahkan, kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab utama kematian anak-anak di dunia, dengan rentang usia 10-24 tahun.
 
Sebagaimana diketahui, masyarakat modern menempatkan transportasi sebagai kebutuhan turunan, akibat aktivitas ekonomi, sosial dan sebagainya. Bahkan dalam kerangka ekonomi makro, transportasi menjadi tulang punggung perekonomian, baik di tingkat nasional, regional dan lokal. Oleh karena itu, kecelakaan dalam dunia transportasi memiliki dampak signifikan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.
 
Di Indonesia, jumlah kendaraan bermotor yang meningkat setiap tahunnya dan kelalaian manusia, menjadi faktor utama terjadinya peningkatan kecelakaan lalu lintas. Data Kepolisian RI menyebutkan, pada 2012 terjadi 109.038 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.441 orang, dengan potensi kerugian sosial ekonomi sekitar Rp 203 triliun - Rp 217 triliun per tahun (2,9% - 3,1 % dari Pendapatan Domestik Bruto/PDB Indonesia). Sedangkan pada 2011, terjadi kecelakaan sebanyak 109.776 kasus, dengan korban meninggal sebanyak 31.185 orang.
 
Selain korban kecelakaan lalu lintas lebih didominasi oleh usia muda dan produktif, sebagian besar kasus kecelakaan itu terjadi pada masyarakat miskin sebagai pengguna sepeda motor, dan transportasi umum. Data yang berbeda dari Kementerian Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) menyebutkan, kecelakaan pengendara sepeda motor mencapai 120.226 kali atau 72% dari seluruh kecelakaan lalu lintas dalam setahun, Dengan korban yang demikian, dampak sosial kecelakaan lalu lintas adalah akan menciptakan manusia miskin baru di Indonesia, terutama terjadi pada keluarga yang ditinggal suami dan atau orang yang sebelumnya menjadi penopang hidup keluarga.
 
Pada perspektif lain, kecelakaan lalu lintas juga dapat dijadikan bahan komodifikasi isu untuk memicu konflik sosial. Pada awal 2013, konflik yang terjadi di Kabupaten Sumbawa, Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipicu oleh isu yang yang berawal dari kecelakaan lalu lintas biasa. Persoalan semakin membesar ketika isu tersebut disebarkan melalui pesan singkat kepada masyarakat. Bahkan, konflik di Lampung Selatan, yang mengakibatkan pengerusakan parah terhadap pemukiman warga transmigrasi asal Bali, di Desa Bali Nuraga, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, juga berawal dari kecelakaan lalu lintas antara sepeda dan sepeda motor. Pada konteks ini, kasus kecelakaan lalu lintas dapat membawa derivasi korban yang lebih banyak lagi.
 
Secara umum kecelakaan lalu lintas yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kelalaian manusia, kondisi jalan, kelaikan kendaraan dan belum optimalnya penegakan hukum lalu lintas. Berdasarkan Outlook 2013 Transportasi Indonesia, terdapat empat faktor penyebab kecelakaan, yakni kondisi sarana dan prasarana transportasi, faktor manusia dan alam. Namun demikian, di antara keempat faktor tersebut, kelalaian manusia menjadi faktor utama penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran berlalu lintas yang baik bagi masyarakat, terutama kalangan usia produktif.
 
Pemerintah sebagai penyelenggara negara, turut berupaya untuk meminimalisir tingginya angka kecelakaan di Indonesia. Melalui program Dekade Keselamatan Jalan 2011-2020, yang dicanangkan oleh Wakil Presiden di Jakarta pada 20 Juni 2011 lalu, pemerintah menargetkan penurunan fatalitas hingga 50 persen pada 2020. Dengan tahun basis 2010 yang menelan 31.234 korban jiwa, pada 2020 fatalitas atau korban jiwa kecelakaan lalu lintas seharusnya sekitar 15.000 jiwa. Untuk mewujudkan Dekade Keselamatan Jalan Indonesia pada 2020, diperlukan langkah-langkah konkrit pihak-pihak terkait dalam mengimplementasikan UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Terlebih untuk ikut mewujudkan zero accident pada 2015 yang dicanangkan PBB.
 
Penilaian WHO bahwa kecelakaan lalu lintas sudah menjadi pembunuh terbesar ketiga di Indonesia, perlu menjadi perhatian bersama. Masyarakat, pengusaha angkutan, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya perlu waspada atas peringatan tersebut. (*/Dari berbagai sumber)

 ~ 1631 ~

Sabtu, 11 Mei 2013


 KEGIATAN OPERSAI SIMPATIL PENYULUHAN 
KESELAMATAN BERLALU LINTAS DI SMP NEGERI 1 MERANGIN
Sabtu, 11 mei 2013


foto bersama dihalaman Smp Negeri 1 Mrangin











Jumat, 10 Mei 2013



KEGIATAN SIMPATIK PENYULUHAN DI SMU N 6 MERANGIN


Dalam rangka kegiatan Operasi Simpatik 2013 pada hari Jumat tanggal 10 Mei 2013 jam 10.00 wib dilaksanakan kegiatan penyuluhan tertib berlalu lintas di SMU Negeri 6 Merangin yang berlokasi di Desa Sungai Ulak Kecamatan Nalo Tantan oleh Satuan lalu Lintas Polres Merangin dibawah pimpinan Kasat Lantas IPTU Ricky Tri Dharma, Amd, Ik serta 6 orang anggota ( Bripka Yefrizal. Y, Brigadir Sutejo, Briptu Dede Winalfa, Briptu Gunawan, Briptu Hakri, dan Bripda Vini Alvionita).

Dalam kegiatan penyuluhan tersebut diawali dengan pencerahan dengan memutar video-video ilustrasi kejadian kecelakaan serta diikuti perenungan bagi siswa dan siswi, dan terakhir materi diisi langsung oleh Kasat lantas Iptu Ricky Tri Dharma, Amd, Ik yang member pengetahuan tentang bagaimana tertib berlalu lintas sehingga dapat menambah pengetahuan apa arti penting tertib dalam berlalu lintas.

Terakhir kegiatan ditutup dengan mengajak siswa dan siswa untuk emnjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,,, Siapa saya,,,? “Saya Pelopor Keselamatan Berlalu lintas”



~1631~

Kamis, 09 Mei 2013

PESAN LALU LINTAS





Semakin bertambahnya pertumbuhan penduduk secara tidak langsung mengakibatkan semakin meningkatnya aktifitas perpindahan orang dari satu tempat ketempat lain yang juga sudah tentu meningkatnya kebutuhan akan sarana dan prasarana transportasi.

Saat ini untuk membeli kendaraan bermotor khususnya sepeda motor sangatlah mudah, dengan diiming-imingi DP ringan dalam satu hari sepeda motor yang diinginkan langsung berpindah tangan ke masyarakat/pengguna kendaraan.

Namun tingginya pertumbuhan kendaraan bermotor tidak diimbangi dengan pertambahan sarana dan prasarana jalan ditambah dengan masih kurangnya kesadaran masyarakat pengguna jalan akan disiplin berlalu lintas sudah tentu sangat beresiko akan terjadinya peanggaran lalu lintas yang salah satunya merupakan awal dari terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas sudah tentu akan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, bukan hanya korban bagi pengendaran kendaraan bermotor itu sendiri tetapi juga dapat membahayakan bagi orang lain.

Perlu adanya kesadaran bagi pengguna jalan untuk dapat menghormati pengguna jalan lainnya serta selalu patuh dan tertib dijalan umum, patuh dan tertib bukan karena takut ditangkap oleh Polisi lalu lintas, namun kesadaran itu tumbuh dari diri sendiri tentang arti penting keselamatan berlalu lintas.

Saatnya kita menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, 

~1631~

 

Rabu, 08 Mei 2013

Etika Berkendara Bagi Pengendara Kendaraan Bermotor


Etika berkendara itu perlu. Tujuannya adalah untuk menghormati, menghargai dan menjaga keselamatan orang lain. Kebanyakan pemakai jalan jarang yang punya motto sedia payung sebelum hujan, biasanya kehujanan dulu baru pakai payung. Nah, demikian pula dengan pengendara sepeda motor yang belum beretika, kalau belum kejadian belum jera.

Siapapun pasti tidak akan pernah mengharapkan celaka. Lalu solusinya bagaimana? Tentu saja dimulai dari diri kita sendiri. Adapun tips-tips untuk meminimalkan kejadian yang tidak menyenangkan saat berkendara seperti celaka atau mencelakakan orang lain adalah:

1. Pastikan kondisi fisik dan jiwa yang sehat, lakukan pemanasan sebelum berangkat ke tujuan.

2. Pastikan sepeda motor yang akan digunakan benar-benar siap selama dalam perjalanan, mulai dari kesiapan kondisi mesin kendaraan, ban, rem, kopling, oli, handle gas, lampu depan, lampu rem, sign, rantai, busi, bahan bakar dan surat-surat (SIM dan STNK).

3. Gunakanlah helm full face atau helm standar (SNI) baik bagi pengemudi maupun pembonceng. Memakai kacamata dengan UV (Ultra Violet) protection di siang hari agar tidak silau dan pandangan mata lebih jelas.

4. Menyangkut kemungkinan perubahan cuaca, pengendara sepeda motor harus mempersiapkan jaket, sepatu, body protector, sarung tangan, kacamata dan jas hujan.

5. Bagi pembonceng wanita, sebaiknya tidak duduk menyamping melainkan harus menghadap ke depan.

6. Untuk menyeberang pastikan lalu lintas aman, barulah menyeberang.

7. Perjalanan di kota kecepatan tidak lebih dari 60km/jam, jangan berjalan dengan zig-zag, apalagi jika memboncengkan balita atau orang tua.

8. Jangan membawa muatan yang melebihi ketentuan (lebih dari 2 Orang).

9. Patuhilah rambu-rambu lalu lintas sepanjang rute perjalanan dan etika berlalu lintas.

10. Nyalakan lampu utama pada siang hari dan gunakan lajur jalan paling kiri.

11. Hal yang tak kalah penting adalah berdoa memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum mengawali perjalanan.

Kita tidak pernah tahu dan tidak pernah mau celaka, tetapi kalau bisa dicegah kenapa tidak? Disiplin berlalu lintas bukan hanya milik Petugas Kepolisian tetapi milik kita semua agar selamat sampai di tujuan.

,,,,,,Salam Pelopor Keselamatan berlalu lintas,,,,,,,



~1631~ 

Selasa, 07 Mei 2013

KEGIATAN SIMPATIK :
PENYULUHAN LALU LINTAS DI SMK N. 2 MERANGIN


Satuan Lalu Lintas Polres Merangin melaksanakan kegiatan penyuluhan di SMK N 2 Merangin yang dipimpin oleh Kanit Dikyasa Polres Merangin IPDA ADLI serta 6 orang anggota ( Brigadir Sutejo, Briptu Dede Winalfa, Briptu Troy Lois, Briptu Gunawan, Briptu Hakri Sutrisno, dan Bripa Vini Alvionita)

Kegiatan penyuluhan tersebut diikuti oleh lebih kurang 30 Orang pelajar yang juga didampingi oleh Kepala Sekolah Ari Trijatmiko, S.Pd M.Eng serta Mejelis guru Smk Negeri 2..

Dalam kegiatan penyuluhan tersebut kanit Dikyasa mengajak siswa dan siswi SMK N 2 Merangin untuk sadar akan arti penting keselamatan dalam berlalu lintas, memberi pengetahuan tentang bagaimana tata cara berlalu lintas yang baik serta memahami tentang rambu-rambu lalu lintas.

Akhir dari kegiatan penyuluhan tersebut bersama-sama dengan pelajar SMK N 2 Merangin berikrar untuk menjadi " PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS SERTA BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN "

~1631~