OPS SIMPATIK 2013
POLRES MERANGIN
Kegiatan lat pra ops dipimpin oleh Waka Polres
Merangin Zulhir Destrian, Sik dan Kabag ops Polres merangin Kompol Ahyar, SE
Gelar pasukan Ops Simpatik 2013
| perserta apel gelar pasukan |
Pelaksanaan gelar pasukan dipimpin oleh Waka Polres
Merangin Kompol Zulhir Destrian, Sik dengan peserta apel diikuti oleh seluruh Satuan
Fungsi Polres Merangin yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 06 Mei 2013 di
lapangan Mapolres Merangin.
Dalam arahannya, Wakapolres Merangin menyampaikan
bahwa salah satu tujuan dari kegiatan Ops Simpatik 2013 ini adalah untuk
membangun kepercayaan masyarakat melalui
| arahan waka polres |
kegiatan pencitraan dengan
melaksanakan kegiatan yang mengedepankan tindakan persuasive, edukatif dengan
memberdayakan fungsi dikmas lantas, melalui media cetak maupun elektronik dan
pelayanan informasi lalu lintas yang up to date melalui website polres merangin
satuan lalu lintas.
Kegiatan ops simpatik dilaksanakan selama 21 hari
dimulai dari tanggal 07 Mei 2013 sampai dengan 28 mei 2013 dengan konsep
kegiatan simpatik meliputi kegiatan preemtif 40 %, preventif 40 %, dan tindakan
hokum 20 % bagi pelanggar lalu lintas yang berpotensi menyebabkan laka lantas.
| pemasangan pita operasi |
- Kegiatan Preemtif meliputi kegiatan penddikan lalu lintas meliputi pembinaan potensi masyarakat, penerangan dan penyuluhan lalu lintas.
- Kegiatan Preventif meliputi kegiatan penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patrol lalulintas dilokasi rawan pelanggaran, kecelakaan dan kemacetan lalu lintas.
- Membangun opini yang positif terhadap citra polentas dengan ramah, sopan dan tegas dalam melaksanakan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta menegakkan hokum yang professional.
- Kegiatan penegakan hokum lalu lintas terhadap pelanggar lalu lintas dengan memberikan teguran lisan maupun tertulis secata simpatik serta penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang bepotensi terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Dengan terlaksananya kegiatan Ops Simpatik diharapkan
dapat terciptanya budaya masyarakat yang peduli akan arti keselamatan dalam
berlalu lintas dengan patuh dan tertib dalam berlalu lintas sebagaimana motto “
JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS SERTA BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI
KEBUTUHAN “.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar