Jumat, 10 Mei 2013



KEGIATAN SIMPATIK PENYULUHAN DI SMU N 6 MERANGIN


Dalam rangka kegiatan Operasi Simpatik 2013 pada hari Jumat tanggal 10 Mei 2013 jam 10.00 wib dilaksanakan kegiatan penyuluhan tertib berlalu lintas di SMU Negeri 6 Merangin yang berlokasi di Desa Sungai Ulak Kecamatan Nalo Tantan oleh Satuan lalu Lintas Polres Merangin dibawah pimpinan Kasat Lantas IPTU Ricky Tri Dharma, Amd, Ik serta 6 orang anggota ( Bripka Yefrizal. Y, Brigadir Sutejo, Briptu Dede Winalfa, Briptu Gunawan, Briptu Hakri, dan Bripda Vini Alvionita).

Dalam kegiatan penyuluhan tersebut diawali dengan pencerahan dengan memutar video-video ilustrasi kejadian kecelakaan serta diikuti perenungan bagi siswa dan siswi, dan terakhir materi diisi langsung oleh Kasat lantas Iptu Ricky Tri Dharma, Amd, Ik yang member pengetahuan tentang bagaimana tertib berlalu lintas sehingga dapat menambah pengetahuan apa arti penting tertib dalam berlalu lintas.

Terakhir kegiatan ditutup dengan mengajak siswa dan siswa untuk emnjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,,, Siapa saya,,,? “Saya Pelopor Keselamatan Berlalu lintas”



~1631~

Kamis, 09 Mei 2013

PESAN LALU LINTAS





Semakin bertambahnya pertumbuhan penduduk secara tidak langsung mengakibatkan semakin meningkatnya aktifitas perpindahan orang dari satu tempat ketempat lain yang juga sudah tentu meningkatnya kebutuhan akan sarana dan prasarana transportasi.

Saat ini untuk membeli kendaraan bermotor khususnya sepeda motor sangatlah mudah, dengan diiming-imingi DP ringan dalam satu hari sepeda motor yang diinginkan langsung berpindah tangan ke masyarakat/pengguna kendaraan.

Namun tingginya pertumbuhan kendaraan bermotor tidak diimbangi dengan pertambahan sarana dan prasarana jalan ditambah dengan masih kurangnya kesadaran masyarakat pengguna jalan akan disiplin berlalu lintas sudah tentu sangat beresiko akan terjadinya peanggaran lalu lintas yang salah satunya merupakan awal dari terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas sudah tentu akan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, bukan hanya korban bagi pengendaran kendaraan bermotor itu sendiri tetapi juga dapat membahayakan bagi orang lain.

Perlu adanya kesadaran bagi pengguna jalan untuk dapat menghormati pengguna jalan lainnya serta selalu patuh dan tertib dijalan umum, patuh dan tertib bukan karena takut ditangkap oleh Polisi lalu lintas, namun kesadaran itu tumbuh dari diri sendiri tentang arti penting keselamatan berlalu lintas.

Saatnya kita menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, 

~1631~

 

Rabu, 08 Mei 2013

Etika Berkendara Bagi Pengendara Kendaraan Bermotor


Etika berkendara itu perlu. Tujuannya adalah untuk menghormati, menghargai dan menjaga keselamatan orang lain. Kebanyakan pemakai jalan jarang yang punya motto sedia payung sebelum hujan, biasanya kehujanan dulu baru pakai payung. Nah, demikian pula dengan pengendara sepeda motor yang belum beretika, kalau belum kejadian belum jera.

Siapapun pasti tidak akan pernah mengharapkan celaka. Lalu solusinya bagaimana? Tentu saja dimulai dari diri kita sendiri. Adapun tips-tips untuk meminimalkan kejadian yang tidak menyenangkan saat berkendara seperti celaka atau mencelakakan orang lain adalah:

1. Pastikan kondisi fisik dan jiwa yang sehat, lakukan pemanasan sebelum berangkat ke tujuan.

2. Pastikan sepeda motor yang akan digunakan benar-benar siap selama dalam perjalanan, mulai dari kesiapan kondisi mesin kendaraan, ban, rem, kopling, oli, handle gas, lampu depan, lampu rem, sign, rantai, busi, bahan bakar dan surat-surat (SIM dan STNK).

3. Gunakanlah helm full face atau helm standar (SNI) baik bagi pengemudi maupun pembonceng. Memakai kacamata dengan UV (Ultra Violet) protection di siang hari agar tidak silau dan pandangan mata lebih jelas.

4. Menyangkut kemungkinan perubahan cuaca, pengendara sepeda motor harus mempersiapkan jaket, sepatu, body protector, sarung tangan, kacamata dan jas hujan.

5. Bagi pembonceng wanita, sebaiknya tidak duduk menyamping melainkan harus menghadap ke depan.

6. Untuk menyeberang pastikan lalu lintas aman, barulah menyeberang.

7. Perjalanan di kota kecepatan tidak lebih dari 60km/jam, jangan berjalan dengan zig-zag, apalagi jika memboncengkan balita atau orang tua.

8. Jangan membawa muatan yang melebihi ketentuan (lebih dari 2 Orang).

9. Patuhilah rambu-rambu lalu lintas sepanjang rute perjalanan dan etika berlalu lintas.

10. Nyalakan lampu utama pada siang hari dan gunakan lajur jalan paling kiri.

11. Hal yang tak kalah penting adalah berdoa memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum mengawali perjalanan.

Kita tidak pernah tahu dan tidak pernah mau celaka, tetapi kalau bisa dicegah kenapa tidak? Disiplin berlalu lintas bukan hanya milik Petugas Kepolisian tetapi milik kita semua agar selamat sampai di tujuan.

,,,,,,Salam Pelopor Keselamatan berlalu lintas,,,,,,,



~1631~ 

Selasa, 07 Mei 2013

KEGIATAN SIMPATIK :
PENYULUHAN LALU LINTAS DI SMK N. 2 MERANGIN


Satuan Lalu Lintas Polres Merangin melaksanakan kegiatan penyuluhan di SMK N 2 Merangin yang dipimpin oleh Kanit Dikyasa Polres Merangin IPDA ADLI serta 6 orang anggota ( Brigadir Sutejo, Briptu Dede Winalfa, Briptu Troy Lois, Briptu Gunawan, Briptu Hakri Sutrisno, dan Bripa Vini Alvionita)

Kegiatan penyuluhan tersebut diikuti oleh lebih kurang 30 Orang pelajar yang juga didampingi oleh Kepala Sekolah Ari Trijatmiko, S.Pd M.Eng serta Mejelis guru Smk Negeri 2..

Dalam kegiatan penyuluhan tersebut kanit Dikyasa mengajak siswa dan siswi SMK N 2 Merangin untuk sadar akan arti penting keselamatan dalam berlalu lintas, memberi pengetahuan tentang bagaimana tata cara berlalu lintas yang baik serta memahami tentang rambu-rambu lalu lintas.

Akhir dari kegiatan penyuluhan tersebut bersama-sama dengan pelajar SMK N 2 Merangin berikrar untuk menjadi " PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS SERTA BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN "

~1631~  

POLISI SAHABAT ANAK

Pendidikan berlalu lintas harus dimulai dari usia dini,,

Pengenalan akan arti penting budaya keselamatan berlalu lintas dapat dimulai dari usia muda, 

Satuan lalu lintas Polres Merangin dibawah pimpinan kasat Lantas IPTU RICKY TRI DHARMA, Amd. IK telah melakukan beberapa kegiatan dalam rangka memberi pendidikan berlalu lintas kepada anak-anak usia muda, salah satu kegiatan yaitu bekerja sama dengan pendidikan anak usia dini (PAUD)

Dalam kegiatan tersebut kepada anak-anak peserta didik diberikan pelajaran dan pengetahuan serta pengenalan tentang rambu-rambu lalu lintas,,,

Diharapkan kedepan dapat menjadi pengetahuan yang selalu tertanam diingatan anak-anak sehingga dapat terciptanya generasi muda yang patuh dan taat dan sadar akan arti penting keselamatan berlalu lintas. 

~1631~  



Senin, 06 Mei 2013



OPS SIMPATIK 2013
POLRES MERANGIN

Kegiatan Ops Simpatik 2013 dilaksanakan  menjelang hari Bhayangkara ke – 67 tahun 2013 untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas,,



 

Dalam tahapan Pelaksanaan Ops Simpatik 2013 sebelumnya dilaksanakan kegiatan Lat Pra Ops Simpatik 2013 yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 04 Mei 2013 di Aula Polres meangin yang bertujuan memberikan pengarahan kepada satuan tugas pelaksanaan operasi tentang langkah-langkah dan prosedur pelaksanaan selama kegiatan operasi 




Kegiatan lat pra ops dipimpin oleh Waka Polres Merangin Zulhir Destrian, Sik dan Kabag ops Polres merangin Kompol Ahyar, SE

Gelar pasukan Ops Simpatik 2013


perserta apel gelar pasukan
Pelaksanaan gelar pasukan dipimpin oleh Waka Polres Merangin Kompol Zulhir Destrian, Sik dengan peserta apel diikuti oleh seluruh Satuan Fungsi Polres Merangin yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 06 Mei 2013 di lapangan Mapolres Merangin.






Dalam arahannya, Wakapolres Merangin menyampaikan bahwa salah satu tujuan dari kegiatan Ops Simpatik 2013 ini adalah untuk membangun kepercayaan masyarakat melalui 

arahan waka polres
kegiatan pencitraan dengan melaksanakan kegiatan yang mengedepankan tindakan persuasive, edukatif dengan memberdayakan fungsi dikmas lantas, melalui media cetak maupun elektronik dan pelayanan informasi lalu lintas yang up to date melalui website polres merangin satuan lalu lintas.






Kegiatan ops simpatik dilaksanakan selama 21 hari dimulai dari tanggal 07 Mei 2013 sampai dengan 28 mei 2013 dengan konsep kegiatan simpatik meliputi kegiatan preemtif 40 %, preventif 40 %, dan tindakan hokum 20 % bagi pelanggar lalu lintas yang berpotensi menyebabkan laka lantas.

pemasangan pita operasi


  1. Kegiatan Preemtif meliputi kegiatan penddikan lalu lintas meliputi pembinaan potensi masyarakat, penerangan dan penyuluhan lalu lintas.
  2. Kegiatan Preventif meliputi kegiatan penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patrol lalulintas dilokasi rawan pelanggaran, kecelakaan dan kemacetan lalu lintas.
  3. Membangun opini yang positif terhadap citra polentas dengan ramah, sopan dan tegas dalam melaksanakan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta menegakkan hokum yang professional.
  4. Kegiatan penegakan hokum lalu lintas terhadap pelanggar lalu lintas dengan memberikan teguran lisan maupun tertulis secata simpatik serta penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang bepotensi terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Dengan terlaksananya kegiatan Ops Simpatik diharapkan dapat terciptanya budaya masyarakat yang peduli akan arti keselamatan dalam berlalu lintas dengan patuh dan tertib dalam berlalu lintas sebagaimana motto “ JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS SERTA BUDAYAKAN KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN “.








Sabtu, 20 April 2013



Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas dan Budayakan Keselamatan Sebagai Kebutuhan

Lalu Lintas merupakan : Urat nadi kehidupan masyarakat; Cermin Budaya bangsa; Cermin tingkat modernitas.

Makna dari urat nadi kehidupan dapat dipahami bahwa suatu masyarakat dapat hidup tumbuh dan berkembang kalau ada produktifitas, produktifitas dapat dihasilkan dari aktifitas -aktifitas yang didukung atau melalui lalu lintas. Dengan demikian lalu lintas harus aman, selamat, lancar dan tertib (terwujud dan terpeliharanya Kamseltibcarlantas).
Lalu lintas sebagai cermin budaya bangsa, dalam konteks ini yang dipahami kebudayaan sebagai fungsi, dengan demikian prilaku berlalu lintas merupakan cermin dari apa yang diyakini, nilai-nilai dan pengetahuan yang dimiliki oleh suatu masyarakat bahkan suatu bangsa.
Lali lintas sebagai cermin modernitas, dapat dipahami sebagai pendekatan pembangunan infrastruktur lalu lintas adalah sejalan dengan konsep lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan masyarakat maupun cermin budaya bangsa. Yang berarti bahwa pelayanan di bidang lalu lintas akan diselenggarakan sebagai bagian pelayanan prima yang cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif dan mudah diakses.
Untuk mencapai pelayanan prima perlu dibangun berdasarkan sistem-sistem yang terpadu dan berkesinambungan yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Konsep lalu lintas tersebut sejalan dengan apa yang menjadi tujuan dari Undang - undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yaitu :

  1. Mewujudkan dan memlihara Kamseltibcarlantas
  2. Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas
  3. Membangun budaya tertib berlalu lintas
  4. Meningkatkan kualitas pelayanan dibidang LLAJ
Amanat dari PBB dibidang Road Safety salah satunya adalah dengan membangun RUNK (Rencana Umum Nasional Keselamatan) yang terdiri dari 5 Pilar :
  1. Management Road Safety ( Manajemen Keselamatan Berlalu lintas)
  2. Safer Road (Jalan yang berkeselamatan)
  3. Safer Vehicle (Kendaraan yang berkeselamatan)
  4. Safer People (Manusia yang berkeselamatan)
  5. Post Crash (Pasca Kecelakaan)
Program-program RUNK akan dijabarkan dalam Decade Of Action (DoA) atau dekade akse keselamatan dengan semangat "saatnya Bertindak" Dekade Aksi Keselamatan merupakan upaya baik perorangan maupun institusi untuk menampilkan kinerja yang profesional, cerdas, bermoral dan modern. Sejlan dengan amanat diatas Korps Lalu Lintas Polri bertekad mengimplemntasikan Dekade Aksi Keselamatan dan mengimplementasikan Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan motto :
"Jadilah Pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan sebagai kebutuhan"
Yang dijadikan landasan atau spirit untuk mewujudkan citra yang positif dan peningkatan kinerja yang dilakukan oleh para petugas polisi lalu lintas baik secara management maupun operasional. Yang mencintai dan bangga akan tugasnya dibidang apapun, bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan beserta seluruh masyarakat core valuenya adalah:
"Peduli terhadap kemanusian, kemitraan, pemecehan masalah dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat untuk mencapai apa yang menjadi tujuan Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta amanat Dekade Aksi Keselamatan.

Jadilah Pelopor

MAKNA
Merupakan ajakan kepada diri kita seluruh pemangku kepentingan serta seluruh masyarakat untuk peka dan peduli terhadap keselamatan serta siap menjadi pelopor-pelopor dalam keselamatan berlalu lintas.
SPIRIT YANG TERKANDUNG
Tatkala semua mempunyai spirit untuk menjadi pelopor dibidang keselamatan berlalu lintas maka akan terbangun kesadaran, disiplin dan tanggung jawab baik berawal dari perorangan hingga kelompok masyarakat untuk selalu mentaati peraturan perundang-undangan lalu lintas angkutan jalan.
Membudayakan tertib berlalu lintas dan menghormati pemakai/pengguna jalan lainnya sehingga prilaku dalam berlalu lintas dapat dijadikan tauladan dan menginspirasi, mendorong untuk selalu mengutamakan keselamatan sehingga menjadi suatu kebutuhan.
IMPLEMENTASI YANG HARUS DILAKUKAN

  • Mempunyai komitment untuk peduli terhadap masalah-masalah keselamatan berlalu lintas.
  • Pemangku kepentingan melaksanakan 5 (lima) Pilar dekade Aksi Keselamatan.
  • Mempunyai program-program unggulan untuk keselamatan berlalu lintas dan kompetensi atau kemampuan dibidang keselamatan berlalu lintas.
  • Berdisiplin lalu lintas saat dijalan.
  • Peduli terhadap kelaikan kendaraan dan instrumen serta peralatan lainnya

~1631~